Sabtu, 03 September 2022

Dana Mitchel Morph Into Pink Lighspeed Rescue Ranger


























TYPE OF SCENE : MORPHING SCENE
ACTRESS : ALISON MACINNIS
ROLE : DANA MITCHELL
EPISODE : EPISODE 01 "OPERATION LIGHTSPEED"


Kamis, 25 Agustus 2022

Rabu, 20 Juli 2022

MUNCULNYA G.N.A.I. ADALAH PEMBODOHAN POLITIK

 
Oleh : Ust. Zainal Abdi Alamsyah L.C.
 
Gerakan Nasional Anti Islamophobia (GNAI) adalah sebuah paket khusus yang menjadi buah bibir belakangan ini.
Motifnya sama dengan Gerakan Nasional Pengawas Fatwa Ulama (GNPF-Ulama). Kedua gerakan receh ini sudah ketahuan belangnya sejak awal deklarasi. 
 
Ujung-ujungnya jelas mendukung salah satu kandidat calon presiden RI, tapi itu tidak mempan bagi orang-orang yang sudah dikibuli.
 
Kesuksesan GNPF-Ulama yang membawa Anies Baswedan menjadi Gubernur DKI nampaknya sudah membayang-bayangi GNAI.
 
Sosok penting dibalik suksesnya GNPF-Ulama yang membuat Anies Baswedan nangkring di kursi DKI-1 adalah Yusuf Martak.
Yusuf Martak sendiri ketika diwawancarai tadi pagi lewat telepon video mengatakan pendapatnya dengan sedikit berkelakar. "GNAI mungkin masih terbayang-bayang oleh kesuksesan GNPF, Tapi apakah GNAI sukses mengantar jagoannya memenangkan Pemilu ?... Nampaknya saya rasa belum bisa sama sekali karena cuma tipu daya belaka" ujar Yusuf Martak dalam wawancara eksklusif.
 
"GNPF masih punya tempat di hati umat Islam, bahkan propaganda-propaganda nya masih berseliweran di media sosial' tapi ini kan lain lagi... Saya juga ikut senang GNAI muncul sebagai kawan perjuangan, tapi saya juga menganggap mereka juga lawan" kata Yusuf Martak.
 
"Saya berpikir bahwa GNPF mendukung GNAI itu sah-sah saja tapi kalau kedua kelompok ini berbeda tujuan meski di jalur yang sama' rasa-rasanya GNAI tidak lebih dari omong kosong" ungkap Yusuf Martak dalam telepon Video.
 
Yusuf Martak sadar bahwa GNPF mulai memiliki rival sekaligus mitra perjuangan karena sama-sama berada di jalur oposisi. Tetapi, kalau GNPF dan GNAI berbeda pilihan soal capres' maka akan ada gesekan diantara keduanya dan makin memperparah situasi.
 
"Seharusnya mereka berdua bisa bekerja sama, tapi masalahnya kalau berbeda pilihan... Itu baru jadi sumber keributan baru" ujar Yusuf Martak.
 
"GNPF tetap konsisten dengan jagoannya, Bpk. Anies Baswedan' tapi kalau nanti GNAI tidak mendukungnya bagaimana ?... Jawabannya jelas GNAI bisa mendukung orang lain' umpamanya mendukung Prabowo Subianto dan itu jelas saya beserta anggota GNPF siap-siap baku hantam" kata Yusuf Martak dengan nada khawatir.
 
Kekhawatiran Yusuf Martak jika GNPF & GNAI tidak sejalan hingga berujung gesekan antar pendukungnya masing-masing' bisa jadi GNAI menjadi duri dalam daging bagi GNPF dikemudian hari karena satu jalur beda visi.
 
"Pendiri GNPF adalah saya sendiri, saya murni seorang oposisi tapi GNAI itu kan pendirinya masih bagian dari Pemerintah' mungkin saya anggap mereka itu boneka penguasa" tegas Yusuf Martak.
Kecurigaan Yusuf Martak dengan hadirnya GNAI dinilai sebagai upaya pelemahan GNPF yang terlebih dahulu eksis sejak 2017 silam.
 
Jika benar GNAI itu boneka pemerintah, maka GNPF harus waspada karena ada unsur penggembosan kekuatan dan harus diawasi perkembangannya.
 
"GNAI bisa dianggap membahayakan eksistensi GNPF, sebab saya dapat kabar bahwa sisa-sisa pengikut PA 212 mulai ikut bergabung dan mulai terjadi pengendoran kekuatan" ujar Yusuf Martak.
"Saya akan bicarakan ini kepada semua anggota untuk tetap konsisten berada di bawah panji GNPF dan tidak tergiur dengan rayuan gerakan lain yang tujuannya tidak sejelas kami" kata Yusuf Martak.
 
CMIIW

Kamis, 09 Juni 2022

Wawancara Dengan Faris Faza Ghaniyyu (Petinggi Hizbut Tahrir Jawa Barat)

 
Faris Faza Ghaniyyu

Saya pernah melakukan wawancara dengan Faris Faza Ghaniyyu, petinggi Hizbut Tahrir Jabar.
“Jadi antum ingin wawancara dengan ana ?” tanya Faris.
“Kalau anda bersedia, bisakah meluangkan sedikit waktu saudara” kata ku.
 Faris tersenyum. ”Ana punya waktu, sampai tengah malam pun ana sanggup. Pertanyaan apa yang antum ingin ajukan?”
“Apa yang mengejutkan bagi anda mengenai Pemilu 2024 ?”
 Faris menjawab…
“Mereka khawatir dengan masa setelah Pemilu 2024 nanti,
sehingga menyia-nyiakan keharmonisan mereka yang semu,
kadang dengan lebih mempercayai quick count daripada hasil rekapitulasi di TPS,
atau melakukan sujud syukur terlalu dini sebagai perayaan kemenangan.”

“Dengan ribuan bahkan jutaan pemilih dari sebuah “Tindakan Demokrasi”,
mereka memenuhi TPS seperti gerombolan semut mengerumuni gula.”

“Bahwa dengan semua hasil rekapitulasi yang fantastik,
dan fanatisme ideologi yang penuh karya besar
mereka masih bergulat dengan masalah receh seperti ini”

Tangan Faris memegang tanganku
dan aku diam sebentar.

Dan kemudian aku bertanya…

“Sebagai anak muda yang kritis, apa pelajaran kehidupan
yang ingin engkau ajarkan pada anak-anakmu kelak soal politik?”

“Agar mereka belajar bahwa agar kekuasaan mencintaimu,
buat mereka merasa menang untuk pengorbananmu.
Dan bila hal ini tidak bekerja,
buat hidup mereka seperti di pinggir rel kereta api.”

“Untuk belajar memaafkan setelah membunuh hak politikmu sendiri,
namun tidak lupa menyalahkan penguasa dan oposisi.”

“Untuk belajar bahwa hanya perlu beberapa detik
untuk membunuh cita-cita kebangsaan yang antum cintai,
dan perlu seumur hidup untuk membangkitkan semangatnya kembali.”

“Untuk belajar bahwa orang yang korup
bukanlah orang yang bekerja santai,
namun orang yang tahu bagaimana mendapat uang
dari sentimen ideologi politik seperti ini.”

“Untuk belajar bahwa ada orang-orang
yang mengatakan mereka mencintai antum sepenuh hati,
namun sesungguhnya berharap antum terbakar di atas api unggun pramuka
karena antum memiliki lebih banyak gratifikasi dari pada mereka.”

“Untuk belajar bahwa dua orang dapat
melihat satu hal yang sama
dan melihatnya berbeda,
namun perlu partai politik
untuk menjadikan hal itu sebuah kemudahan.”

“Untuk belajar bahwa tidaklah cukup bahwa mereka
memaafkan satu sama lain;
mereka harus mengikutkan ketua umum partai bersama mereka.”

“Terima kasih atas waktu anda,” kata saya penuh hormat.

“Apakah ada hal lain
yang antum ingin agar anak anda ketahui?” Tanya Faris

Faris tersenyum dan berkata,
“Hanya agar mereka tahu bahwa ana – hanyalah seorang martir.”

Kamis, 26 Mei 2022

Power Rangers Zeo - There's No Business Like Snow Business

Kat Hillard Morph In Mini Dress & Tanya Sloan Morph In Long Pants


Kat Hillard Morph In Pink T-Shirt


Tanya Sloan Morph In Yellow T-Shirt
 

Senin, 16 Mei 2022

TUHAN PUN BERPOLITIK DALAM MENGATUR REJEKI

 
Urusan rejeki itu yang mengatur itu Tuhan Yang Maha Esa, Urusan jodoh itu yang mengatur adalah Tuhan Yang Maha Kuasa.
Manusia hanya bisa berencana dan berusaha selagi masih ada kesempatan yang diberikan oleh Tuhan.
Keluhan, Nyinyiran dan Umpatan kerap menggema diatas bumi yang semakin tua ini. Keluhan manusia menceritakan tentang kelaparan dan kemiskinan, Nyinyiran manusia selalu mengarah kepada ketimpangan keadilan yang diskriminatif dan Umpatan manusia hampir setiap hari mewarnai persaingan dalam kehidupan yang tidak seimbang.
 
Tuhan pun mencoba manusia-manusia dengan segala halangan dan rintangan yang nyata di depan mata. Manusia sendiri kadang lebih bodoh daripada binatang yang sejak lahir tidak berakal. Mereka menyikapi keputusan Tuhan telah merugikan mereka sendiri, padahal Tuhan amat jarang merugikan HambaNya sendiri kecuali kalau Tuhan mulai murka.
Tuhan pun berpolitik, mengatur rejeki manusia dengan rapi tapi terkadang masih ada yang mengeluh karena belum dianggap cukup.
 
Tuhan bermain politik karena manusia juga bermain politik. Manusia menyelewengkan keadilan kepada sesama manusia, maka Tuhan pun juga melakukan hal serupa.
 
Mengapa demikian ?
Tuhan itu memang benar-benar adil karena ikut mengatur kehidupan manusia, agar mereka selalu patuh pada PerintahNya.
Sungguh manusia tidak mengerti sepenuhnya, mengapa tidak ada yang sama diantara mereka ?
 
Tentu kesamaan hanya membuat dunia menjadi hambar dan tidak jauh berbeda dengan suasana yang ada sekarang ini.
Kesamaan nasib membuat dunia tidak asyik dihuni dan dilihat oleh sang Pencipta. Perbedaan adalah fitrah yang tidak bisa ditolak, termasuk perbedaan rejeki.
 
Kalau rejeki disama-rata-kan, maka orang yang kurus menerima jatah yang sama dengan orang gemuk. Orang kurus mana bisa menghabiskan jatah orang gemuk yang kelewat banyak.
Begitu pun orang gemuk yang diberi jatah sama dengan orang kurus, mungkin dianggap kurang nampaknya.